Sebuah Puisi

Sebuah puisi karya Bahrum Zakir Sidabutar

Visualisasi oleh Alvaro, Alumni SMAK 4 PENABUR Jakarta

View this post on Instagram

Takut lah sudah Semua serba salah Bersua pun salah Berdiam diri jadi susah Puas lah kau Karena porak-poranda mu Logika sosial jungkir balik Tak karuan dan akal terbalik Semua seakan musuh Saling curiga jika bersua Batuk pun jadi curiga Seakan itu jadi musuh Tak boleh bersalam Bersama pun dilarang Bersatu malah kau hadang Berpisah pun kau ancam Seakan dalam lubang Terkurung oleh ketidaktahuan Terancam dalam kehidupan Laksana dalam perang Dunia kau atur Padahal kau tak kelihatan Ekonomi jadi hancur Tanpa ilmu dan spekulan Dari mana kau datang Susah untuk menghadang Atau salah manusia Patutlah bertanya Yang kami tahu Suasana mencekam Tak terpantau Siap menerkam Enyahlah dari bumi Biarlah kami tenang Tentramlah hati kami Hati pun senang Tuhan apakah diam…. Tuhan kok tidak datang…. Kami takut terhadang Pun kami tak paham Tuhan tepat waktu Jalan Tuhan bukan jalan manusia Segera buka batu Panggillah nama kami semua Biarlah kami hidup oleh kasih-Mu Oleh: Bahrum Jakir Sidabutar (Guru Ekonomi-Akuntansi, 1997-sekarang). #wearesmak4 #dirumahaja #kitabisa

A post shared by Ikatan Alumni SMAK 4 PENABUR (@alumnismak4penabur) on